Perpustakaan, Baitul Amin

Perpustakaan diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia. Pengertian ini sesuai dengan maksud keberadaan Perpustakaan Baitul Amin (Perpusba), yang diresmikan pada 18 Agustus 2006. ...

Fasilitas Ruang Baca

Sejak didirikan Perpusba telah menjadi sarana bagi jamaah Surau Baitul Amin (SBA) dan masyarakat sekitar untuk menambah wawasan di bidang agama maupun umum. Keberadaan Perpusba diprakarsai oleh Ketua Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya (YPDKY), H. Abdul Khalik Fajduani, SH, yang gemar membaca buku....

Tatacara Peminjaman

Pengunjung tidak hanya datang dari jamaah saja, melainkan juga masyarakat sekitar terutama anak-anak. "Anak-anak suka membaca disini karena ada komiknya dan ruangannya ber-AC," tutur Adi Bahtiar, anak surau yang bertugas sebagai pustakawan Perpusba....

Beragam Kategori Buku

Berbentuk unik segi enam dimana masing-masing lantai berukuran 75m2, lantai bawah Perpusba merupakan kantor perpustakaan serta ruang untuk menerima tamu. Ruang baca berada di lantai atas dengan fasilitas berupa proyektor, giant screen, dan sistem audio. ...

Kontributor Buku

Buku-buku yang ada di Perpusba adalah sumbangan dari para jamaah serta keluarga pendiri YPDKY. Koleksi Perpusba kini mencapai 2.800 buku; mulai dari buku agama, pengetahuan umum, teknologi, ekonomi, komik anak anak hingga novel-novel pop, yang jumlahnya terus bertambah. Nah, bagi yang belum pernah, Ayo, berkunjung ke Perpusba!...

Posted by M. Fajrul Hidayat - - 0 komentar



Pengarang: Agus Sunyoto
Penerbit: LKiS
ISBN: ASI131
NKP: 2682/2682 2538/034


Selama ini, kisah tentang Syekh Siti Jenar dipenuhi kontroversi. Ia dianggap murtad, mengajarkan aliran sesat. Oleh para wali, ia akhirnya dihukum mati. Namun apakah semua itu benar? Apakah Syekh Siti Jenar mengajarkan aliran sesat dan dihukum mati para wali?

Agus Sunyoto, penulis novel 7 Jilid Suluk Syekh Siti Jenar, mengungkapkan sesuatu yang berbeda. Dibingkai dalam cerita fiksi seperti yang biasa dilakukan oleh Pramoedya Ananta Toer dalam novel-novelnya, 7 Jilid Suluk Syekh Siti Jenar menghadirkan data dan perspektif yang berbeda dari yang selama ini berkembang. Lewat penetian selama bertahun-tahun--mulai dari penelusuran teks hingga wawancara keturunan pengikut Syekh Siti Jenar, novel serial ini merupakan karya yang luar biasa, novel sejarah yang kaya akan dinamika sosial, politik dan keagamaan, sekaligus bacaan yang menghanyutkan.

Leave a Reply